Sunday, March 4, 2012

Asupan Makanan Autistik

Asupan Makanan Autistik

Anak-anak autistik adalah anak-anak istimewa. Mereka memiliki sistem tubuh yang berbeda dari manusia pada umumnya. Oleh karena itu, asupan makanan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Awalnya penelitan mengenai hubungan autisme dengan asupan makanan tidak mendapat sambutan yang baik, namun dewasa ini dunia medis sudah menerima teori bahwa diet makanan yang tepat tidak akan memperburuk keadaan autisme.

Riset dari Autism Research Institute menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan dapat mempengaruhi perkembangan otak beberapa anak dan mengakibatkan perilaku autistik. Bukan karena alergi, tapi karena banyak dari anak-anak ini yang tidak bisa mengurai protein tertentu dengan baik

Anak autistik mengalami masalah dengan pencernaannya, antara lain ketidakmampuan mencerna zat-zat seperti casein dan gluten. Para peneliti di Inggris, Norwegia, dan University of Florida telah menemukan peptides (produk uraian protein) dengan aktivitas opiate pada urin sebagaian besar anak autistik. Opiates adalah candu, seperti morfin, yang mempengaruhi fungsi otak. Hal ini disebabkan konsumsi gluten dan casein. Selain itu, sebagian besar anak autistik diobati dengan obat-obat yang bersifat jangka panjang. Oleh karena dua hal tersebut, diet asupan makanan menjadi sangat penting agar tidak memperburuk kondisi pencernaan dan tidak mengganggu proses penyerapan obat-obatan.

Ada beberapa jenis diet yang disarankan untuk anak autistik. Namun sebelum memilih salah satu atau semuanya, sebaiknya diskusikan dengan dokter dan ahli gizi. Jangan sampai anak kekurangan gizi atau justru memperparah alergi. Macam-macam diet tersebut adalah:

1. Diet bebas gluten dan casein. Dua unsur ini terdapat pada terigu dan susu berikut produk turunannya. Bila terus dikonsumsi anak, diyakini akan bertindak seperti morphin yang mempengaruhi kerja otak dan pusat syaraf.
2. Diet bebas gula. Hindari gula murni dan aspartam (periksa kemasan makanan). Akan jauh lebih baik jika menggunakan gula kelapa/ aren.
3. Diet bebas jamur. Hindari makanan olahan dengan fermentasi seperti tahu,tempe, kecap, soda pengembang, dan vermipan.
4. Diet bebas zat aditif seperti MSG/ penyedap rasa dan yang mengandung pengawet seperti nugget, sosis, kornet, makanan/ minuman dalam kaleng.

Diet Bebas Casein dan Gluten (CFGF: Casein Free Gluten Free)

Salah satu diet yang paling umum untuk anak autistic adalah diet Casein Free Gluten Free (CFGF), yaitu diet bebas casein dan gluten. Secara singkat, gluten dan casein adalah protein. Gluten adalah pecahan dari protein yang dapat ditemukan di gandum utuh, gandum hitam, barley, dan sebagian besar produk gandum, seperti biskuit, mi, roti, kue, makaroni, spageti, cake atau makanan kemasan lain dari terigu. Casein adalah protein pecahan yang dapat ditemukan di semua produk olahan susum seperti keju, mozarella, butter, atau permen, mentega, dan yogurt.

Untuk sebagian besar anak autistik, gluten dan casein sama dengan racun. Masuk ke dalam pencernaan tapi tak bisa dicerna, dan kemudian menempel di sel penerima racun di otak anak autistik. Banyak anak autistik yang kecanduan produk gandum dan susu menjadi seperti kecanduan morfin sehingga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan perilaku seperti hiperaktif. Hal itu terjadi karena kebocoran saluran cerna sebagai akibat tidak seimbangnya bakteri dan jamur. Ketidakseimbangan ini biasanya diakibatkan oleh pemakaian antibiotika yg berlebihan yang akan meningkatkan permeabilitas usus. Akibatnya bisa terjadi gangguan susunan dan fungsi otak yang mengakibatkan gangguan tingkah laku, gangguan perkembangan dan gangguan proses belajar.

Diet Bebas Gula

Batasi asupan gula murni pada anak autistik, terutama asupan yang berasal dari gula pasir, sirup, minuman berkarbonasi, dan jus buah dalam kemasan. Sebagai gantinya dapat digunakan gula stevia dan xylitol secara bergantian. Jika sulit menemukan jenis gule tersebut, penggunaannya dapat diganti dengan gula jagung ataui sorbitol. Gula palem tentu juga baik digunakan, namun biasanya hanya dalam pembuatan kue. Penggunaan aspartamsangat tidak dianjurkan untuk anak autistik.

Diet Bebas Jamur

Diet ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kembali infeksi jamur dalam usus. Sesuai namanya, semua jenis makanan yang diolah dengan proses fermentasi seperti kecap, tauco, keju, serta kue yang dibuat dengan menggunakan soda pengembang, vermipan, atau sejenisnya, tidak diberikan. Begitu juga makanan yang sudah lama disimpan atau buah-buahan yang dikeringkan.

Diet Bebas Zat Aditif

Pewarna, penambah rasa (MSG atau monosodium glutamate), pengawet, dan pengemulsi dapat dikategorikan sebagai zat aditif. Kebanyakan zat aditif mengandung fenol.Untuk memecah fenol memerlukan sulfur. Sulfur merupakan indikator yang kuat pada hati dan diperlukan untuk proses detoksifikasi. Beberapa zat pewarna dapat merusak DNA yang akan menyebabkan mutasi genetic MSG juga dapat mempengaruhi organ penting, seperti saraf otak. Makanan yang mengandung zat aditif antara lain adalah sosis, kornet, nugget, dan sebagainya. Jika ingin memberi pewarna pada makanan, gunakan pewarna alami.

Buah-Buahan: Bolehkah?
Untuk buah-buahan, ada beberapa jenis yang harus dihindari oleh anak autistik, antara lain apel, anggur, tomat, stroberi, melon, dan jeruk. Buah-buahan tersebut memiliki salisilat yang tinggi sehingga dapat menghambat konsentrasi pada anak. Sedangkan pisang, semangka, dan pir pada beberapa kasus juga sebaiknya dihindari karena buah-buahan tersebut memiliki kadar phenol tinggi yang menyebabkan anak mudah berubah mood. Jadi lebih baik carilah buah yang aman seperti pepaya, nanas, kiwi, buah naga, belimbing, markisa, sirsak, dan jambu biji.

Tentunya diet ini harus dilakukan dalam pengawasan yang ketat dari orang tua. Akan lebih baik jika orang tua memiliki semacam agenda makanan untuk mencatat data makanan yang dikonsumsi anak setiap hari dengan detail. Jangan lupa cantumkan juga jam buang air besar dan perilaku negatif yang terjadi. Dengan agenda itu, orang tua dapat memantau efek diet pada sang anak. Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment